
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang laut tinggi hingga mencapai 4 meter yang diperkirakan dapat terjadi di sejumlah perairan Indonesia hingga 6 Januari. Kondisi ini dipicu oleh dinamika cuaca dan peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah perairan.
BMKG menyebutkan, pola angin yang cukup kuat di wilayah perairan Indonesia berpotensi meningkatkan tinggi gelombang, terutama di laut lepas dan perairan yang langsung berhadapan dengan samudra. Kecepatan angin yang bertiup dari arah tertentu dengan intensitas tinggi menjadi salah satu faktor utama terbentuknya gelombang tinggi tersebut.
Gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter masuk dalam kategori gelombang tinggi hingga sangat tinggi, sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran. BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode ini.
“Kondisi gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, terutama kapal kecil dan perahu nelayan,” demikian peringatan BMKG dalam keterangannya.
BMKG juga mengingatkan agar kapal tongkang, kapal feri, serta kapal berukuran besar tetap memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar. Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diminta mewaspadai potensi banjir rob dan dampak gelombang tinggi terhadap aktivitas di sekitar pantai.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang laut serta memperbarui informasi secara berkala. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia.